Pernah lihat gambar uang seperti ini?
Ya, gambar tersebut adalah gambar uang kertas seratus rupiah jaman dulu. Jaman sewaktu saya masih kecil, sekitar awal tahun 1990-an. Mungkin uang kertas senilai itu, saat ini sudah jarang ditemukan karena sudah ditarik dari peredaran. Walaupun, bila saat ini masih beredar, akan tetap berlaku sebagai alat pembayaran.
Selain berbentuk kertas, sebetulnya masih ada lagi jenis uang senilai seratus rupiah waktu itu. Ya dalam bentuk logam atau koin. Tapi sayang, saya tak menemukan gambarnya di dunia maya ini. Ada yang nemu? Tolong dong kasih tahu saya!
Melihat gambar uang tersebut, saya teringat masa kecil saya. Apa yang saya ingat?
Ada dua hal menarik yang saya ingat. Yang pertama tentang nilai uang! Kata guru SD saya, nilai uang itu ada dua macam. Yang pertama nilai nominal dan yang kedua adalah nilai intrinsik. Apa bedanya?
Nilai nominal adalah nilai yang tertulis pada uang tersebut. Contohnya, pada gambar uang di atas nilai nominalnya yaitu nilai uang yang tertulis, yakni “Seratus Rupiah”. Sedangkan nilai intrinsik adalah nilai bahan pembentuk uang tersebut. Contohnya, untuk uang kertas di atas, yang dimaksud nilai intrinsik adalah nilai atau harga kertas pembentuk uang tersebut.
Biasanya nilai nominal dari sebuah uang lebih mahal daripada nilai intrinsiknya. Kenapa begitu? Ada yang tahu alasannya?
Yang kedua tentang uang jajan saya! Ya, uang jajan saat usia saya sekitar 4 atau 5 tahun. Waktu itu, seingat saya, hampir tiap hari saya diberi uang jajan sebesar seratus rupiah oleh kakek saya. Ya, beliau selalu memberi uang jajan walaupun saya tak pernah memintanya. Dengan uang sebesar itu, saya bisa membeli banyak jajanan (anak-anak).
Mungkin karena tiap hari diberi uang seratus rupiahan, sejak usia itulah untuk pertama kalinya saya mengenal benda yang namanya uang. Ya, uang pertama yang saya kenal adalah uang seratus rupiah!
Keterangan: Gambar diambil dari sini
Siip aja, tapi kenapa ngak terang-tterang saja tu pakai identiti … wong saya bisa nebak kog. Ok, saya setuju, kalau yang berat-berat melulu ntar bisa kayak Titanic bahaya. Apa kabar nih?
*Baik nih Pak…. terimakasih atas kunjungannya Pak!
Kalau saya masih ingat, duit pertama yang saya kenal adalah duit Rp. 5,- logam. Wah tahun 1970an dulu, masih banyak jajanan anak2 yang bisa dibeli dengan duit lima perakan. Kalau sekarang, jangankan dibuat beli, wong nemu di jalan juga ngga ada yang mau mungut! hehehe….
__________
*** Iya betul. Hahahaha… sekarang juga uang seratus perak, paling-paling dapat sebuah permen.. (iya ga?)
Anak keil juga dah gak mau ma uang segitu, maunya yg bergambar wr.supratman
klu saya masih ada uang sepeti yang diatas tersebut.spmpai sekarang saya masih menyimpan nya untuk kenang2an saya..